PENILAIAN PEMBELAJARAN
KIMIA
Pada
Kurikulum 2013, penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga
dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap
standar yang telah ditetapkan. Untuk melengkapi
perangkat pembelajaran Kimia, diperlukan jenis-jenis penilaian yang sesuai.
Pada uraian berikut disajikan uraian teknik dan instrumen penilaian beberapa
contoh penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan pada pembelajaran kimia.
Anda dapat mengembangkan lagi sesuai dengan topik dan kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik.
A. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik
mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara
berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap
peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi
mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.
Teknik dan instrumen yang digunakan
untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai
berikut.
1. Penilaian Kompetensi Sikap
Pendidik melakukan penilaian
kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer
evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk
observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek
atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada
jurnal berupa catatan pendidik.
a.
Observasi merupakan teknik penilaian yang
dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi
sejumlah indikator perilaku yang diamati.
b.
Penilaian diri merupakan teknik penilaian
dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri.
c.
Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik
penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
antarpeserta didik.
d.
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan
di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan
kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik
menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
a.
Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,
isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian
dilengkapi pedoman penskoran.
b.
Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
c.
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah
dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.
3. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi
keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta
didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes
praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yang dilengkapi rubrik.
a.
Tes praktik adalah penilaian yang menuntut
respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai
dengan tuntutan kompetensi.
b.
Projek adalah tugas-tugas belajar (learning
tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan
secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
c.
Penilaian portofolio adalah penilaian yang
dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu
tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan
kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Instrumen penilaian harus memenuhi
persyaratan:
1)
substansi yang merepresentasikan kompetensi
yang dinilai;
2)
konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis
sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan
3)
penggunaan bahasa yang baik dan benar serta
komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
B. Perancangan
Instrumen Penilaian
Sebelum menyajikan pembelajaran, guru harus mengembangkan intrumen
penilaian sesuai indikator pencapaian kompetensi yang dikembangkan dari
Kompetensi Dasar ( KD), baik dari Kompetensi Inti (KI) 1, KI 2, KI 3 maupun KI
4. Berikut ini uraian bagaimana perncangan instrument penilaian sikap,
pengetahuan dan keterampilan sesuai kompetensi yang akan dicapai.
1. Penilaian
Sikap
Pendidik melakukan penilaian
kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri (self assessment), penilaian
“teman sejawat” (peer assessment)
oleh peserta didik, dan jurnal (Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan
Menengah, 2013). Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak
suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai
ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Penilaian sikap yang dapat dilakukan
oleh para guru dengan menilai perilaku sehingga penilaian sikap dilakukan
dengan cara observasi perilaku. Perilaku seseorang pada umumnya
menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Kompetensi sikap pada pembelajaran Kimia yang harus dicapai
peserta didik sudah terinci pada KD dari KI 1 dan KI 2. Penilaian sikap diarahkan untuk mengukur
pencapaian kompetensi dasar pada KI-1 dan KI-2. Ada beberapa cara yang dapat
digunakan untuk menilai sikap peserta didik, antara lain melalui observasi,
penilaian diri, penilaian sejawat, dan penilaian melalui jurnal. Instrumen yang
digunakan antara lain daftar cek atau skala penilaian (rating scale)
yang disertai rubrik yang hasil akhirnya dihitung berdasarkan modus. Guru Kimia dapat merancang lembar pengamatan penilaian sikap untuk masing-masing KD sesuai dengan karakteristik proses
pembelajaran yang disajikan. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam
pembinaan. Contoh penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran kimia.
a. Penilaian
kompetensi sikap melalui
observasi
Penilaian sikap atau perilaku dapat
dilakukan oleh guru pada saat peserta didik melakukan praktikum atau diskusi,
guru dapat mengembangkan lembar observasi seperti contoh berikut.
a.
Lembar Penilaian Sikap pada Kegiatan Praktikum
Lembar
Penilaian pada Kegiatan Praktikum
Mata Pelajaran :
Kimia
Kelas/Semester : X/1
Topik/Subtopik : Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit / Daya Hantar Listrik Larutran
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku ilmiah
disiplin, tanggung jawab,
jujur, teliti dalam merancang dan melakukan percobaan kimia
-
|
Lembar Penilaian
Sikap/Perilaku pada saat Diskusi
Lembar
Penilaian Kegiatan Diskusi
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X / 2
Topik/Subtopik : Larutan Elektrolit Kuat
dan Elektrolit Lemah
Indikator :
Peserta didik menunjukkan
perilaku kerja sama, santun, toleran,
responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
.
|
Cara
pengisian lembar penilaian sikap adalah dengan memberikan skor pada kolom-kolom sesuai hasil
pengamatan terhadap peserta didik selama kegiatan yaitu:.
Skor 1, jika
tidak pernah berperilaku dalam
kegiatan
Skor 2, jika kadang-kadang berperilaku dalam kegiatan
Skor 3, jika
sering berperilaku dalam
kegiatan
Skor 4, jika selalu
berperilaku dalam kegiatan
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus dan predikat berikut
|
|
b. Penilaian
Sikap melalui Penilaian Diri
Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik pada
setiap selesai mempelajari satu KD atau pada ssaat telah menyelesaikan tugas
tertentu,
-
Penilaian diri setelah peserta didik selesai belajar satu KD
Penilaian Diri
Setelah mempelajari materi
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit, Anda dapat melakukan penilaian diri
dengan cara memberikan tanda V pada kolom
yang tersedia sesuai dengan kemampuan.
.
|
-
Penilaian diri setelah melaksanakan suatu tugas.
Contoh format penilaian diri setelah peserta didik mengerjakan Tugas Proyek Kimia
Penilaian
Diri
Bacalah
baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan
keadaan dirimu yang sebenarnya.
|
Dari penilaian diri ini Anda dapat
memberi skor misalnya YA=2, Tidak =1 dan membuat rekapitulasi bagi semua
peserta didik. Penilaian diri, selain sebagai penilaian sikap jujur juga dapat
diberikan untuk mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan, misalnya peserta
didik diminta mengerjakan soal-soal sebelum ulangan akhir bab dilakukan dan
mencocokan dengan kunci jawaban yang tersedia pada buku siswa. Berdasarkan
hasilnya, diharapkan peserta didik akan belajar kembali pada topik-topik yang
belum mereka kuasai. Untuk melihat hasil penilaian diri peserta didik, guru dapat membuat
format rekapitulasi penilaian diri peserta didik dalam satu kelas.
Contoh.
REKAPITULASI
PENILAIAN DIRI PESERTA DIDIK
Mata
Pelajaran:...........................................
Topik/Materi:..............................................
Kelas:..........................................................
|
Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

c. Penilaian Sikap melalui Penilaian antar Peserta Didik
Penilaian sikap pada Kurikulum 2013 juga dapat diperoleh
dari Penilaian Antar Peserta Didik. Penilaian ini merupakan teknik penilaian
dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
antarpeserta didik dalam bentuk daftar cek dan skala penilaian. Kalimat
pernyataan dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan
tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda dan
penilaian dapat dilakukan oleh peserta didik
Penilaian antar Peserta
Didik
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X
/ 2
Topik/Subtopik : ...................................
Indikator : Peserta
didik menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, responsif dan
proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat
keputusan.
Format Penilaian
Penilaian antar Peserta Didik
-
Amati
perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran Kimia
-
Berikan
tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.
-
Serahkan
hasil pengamatanmu kepada gurumu
|
Pengolahan Penilaian:
1.
Perilaku/sikap pada instrumen di atas ada yang positif (no 1. 2dan 4) dan ada yang negatif (no 2) Pemberian skor
untuk perlaku positif = 2, Tidak = 1. Untuk yang negatif Ya = 1
dan Tidak = 2
2.
Selanjutnya guru dapat membuat rekapitulasi hasil penilaian menggunakan format berikut.
No
|
Nama
|
Skor
Perilaku
|
Jumlah
|
Nilai
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||||
1
|
…….
|
|||||||
2
|
Ami
|
2
|
2
|
1
|
2
|
2
|
9
|
|
3
|
Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

d. Penilaian Sikap melalui Jurnal
Jurnal
merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi
hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan
dengan sikap dan perilaku. Jurnal
dapat memuat penilaian peserta didik terhadap aspek tertentu secara
kronologis. Kriteria jurnal:
-
Mengukur
capaian kompetensi sikap yang penting.
-
Sesuai
dengan kompetensi dasar dan indikator.
-
Menggunakan
format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan.
-
Dapat
dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis.
-
Memungkinkan
untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif.
-
Format
pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik
-
Menuntun
guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.
Kelebihan yang ada pada jurnal adalah
peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli
dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih
tepat. Sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang
dimiliki rendah dan menuntut waktu yang banyak.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam membuat jurnal adalah:
1)
Catatan atas pengamatan
guru harus objektif
2)
Pengamatan dilaksanakan
secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah kejadian/peristiwa yang
berkaitan dengan Kompetensi Inti.
3)
Pencatatan segera
dilakukan (jangan ditunda-tunda)
4)
Setiap peserta didik
memiliki Jurnal yang berbeda ( Kartu Jurnal yang berbeda)
Pedoman umum
penskoran jurnal:
1)
Penskoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan
skala likert. Sebagai contoh skala 1 sampai dengan 4.
2)
Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang
muncul pada diri peserta didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul
diberi skor 0.
3)
Jumlahkan skor
pada masing-masing aspek,skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian
direratakan
4)
Nilai Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C),
dan Kurang (K) ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan
membandingkan dengan kriteria penilaian
Model
Pertama
Contoh Format
Jurnal
|
Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):
1)
Tulislah
identitas peserta didik yang diamati, tanggal pengamatan dan aspek yang diamati oleh guru.
2)
Tuliskan
kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan
kekuatan maupun kelemahan Peserta didik
sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.
3)
Simpanlah
kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik
Model Kedua
Petunjuk pengisian jurnal sama dengan model
ke satu (diisi oleh guru)
Contoh Format
Jurnal
JURNAL
Nama Peserta
Didik: …………...........................................……..
Kelas: .....................................................................................
Aspek yang
diamati: ………...........................................………..
|
2. Penilaian
Pengetahuan
Penilaian
pengetahuan dapat berupa tes tulis, lisan dan penugasan. Instrumen tes tulis
umumnya menggunakan soal pilihan ganda dan soal uraian. Pada pembelajaran kimia yang menggunakan pendekatan scientific, instrumen penilaian
harus
dapat menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS,“Higher
Order thinking Skill”) menguji proses analisis, sintesis, evaluasi bahkan sampai kreatif. Untuk
menguji keterampilan berpikir peserta didik, soal-soal untuk menilai hasil belajarKimia dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik menjawab soal melalui proses berpikir yang sesuai
dengan kata kerja operasional dalam taksonomi Bloom.Misalnya untukmenguji ranah
analisis peserta didik pada pembelajaran IPA,
guru
dapat membuat soal dengan menggunakan katakerja operasional yang termasuk ranah analisis
seperti menganalisis, mendeteksi, mengukur, dan menominasikan. Ranah evaluasi contohnya
membandingkan, menilai, memprediksi, dan
menafsirkan. Penugasan adalah penilaian yang
dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah baik secara individu
ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
Teknik
dan bentuk instrumen penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat pada tabel
berikut:
Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
Tes
tulis
|
Pilihan
ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
|
Tes
lisan
|
Daftar
pertanyaan.
|
Penugasan
|
Pekerjaan
rumah dan/atau tugas yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai
dengan karakteristik tugas.
|
a. Tes Tulis
Soal Pilihan
Ganda
Topik : Larutan elektrolit dan non elektrolit
Indikator : Disajikan
tabel hasil percobaan uji larutan, peserta didik dapat mengidentifikasi senyawa yang merupakan larutan elektrolit
dan non elektrolit dengan tepat.
Soal
: Sekelompok siswa melakukan percobaan daya hantar
listrik larutan. Datayang diperoleh adalah sebagai berikut.
Pasangan larutan yang
termasuk larutan elektrolit kuat adalah....
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Indikator : Disajikan
gambar percobaan uji larutan, peserta didik dapat
menentukan senyawa sifat larutan berdasarkan data nyala lampu dan jumlah gas sektar
elektroda pada gambar percobaan
Soal : Perhatikan gambar percobaan berikut
Pernyataan
yang tepat berdasarkan data percobaan diatas adalah….
A. Larutan asam asetat
termasuk alektrolit kuat karena lampu menyala terang dan gelembung gas
sedikit
B. Larutan amoniak
termasuk elektrolit lemah karena lampu
menyala redup dan gelembung gas sedikit
C. Larutan natrium
hidroksisa termasuk elektrolit kuat karena
lampu menyala terang dan gelembung gas sedikit
D. Larutan asam
klorida termasuk elektrolit kuat
karena lampu menyala redup dan gelembung gas banyak
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Soal Uraian
Indikator : Merancang
percobaan untuk menyelidiki sifat
larutan berdasarkan daya
Soal
: Kalian dengan teman-temanmu akan menyelidiki kekuatan sifat
larutan elketrolit, coba jawablah pertanyaan berikut
a.
Gambarkan rancangan
alat berikut keterangannya
b.
Tentukan variable
maniplasi, respon dan kontrol yang harus diperhatikan pada percobaan tersebut
c.
Uraikan langkah
kegiatan untuk mendapatkan hasil yang akurat.
|
Contoh Pedoman Penskoran
No
|
Jawaban
|
Skor
|
a.
|
- Gambar rangkaian
alat uji elektrolit benar, keterangan lengkap
dan menarik
- Gambar rangkaian
alat uji elektrolit benar, keterangan lengkap
dan kurang menarik
- Gambar rangkaian
alat uji elektrolit benar, keterangan kurang
lengkap dan menarik
|
30
20
10
|
b.
|
-
Variabel manipulasi, respon dan kontrol benar
-
Hanya dua variable yang tepat
-
Hanya satu variable yang benar
|
30
20
10
|
c.
|
-
Uraian sistematis dan benar
- Uraian kurang
sistematis dan benar
|
20
10
|
Skor
maksimal
|
80
|
Indikator : Menjelaskan
perbedaan larutan elektolit kuat dan elektroit lemah berdasarkan data hasil
percobaan
Soal : Mengapa daya
hantar listrik larutan asam klorida dengan larutan cuka berbeda. Jelaskan
perbedaannya berdasarkan data dan teori ionisasi.
|
Contoh
pedoman penskoran
No
|
Jawaban
|
Skor
|
2
|
-
Larutan
asam klorida termasuk larutan elektolit kuat, larutan asam cuka termasuk
elektrolit lemah
-
Perbedaan
elektrolit kuat dan elektrolit lemah
Elektrolit
kuat:
Dalam air akan terionisasi sempurna, Jumlah ion dalam larutan
relatif banyak. Dari data percobaan uji elektrolit lampu menyala
terang dan menghasilkan banyak gelembung gas
Elektrolit lemah:
Dalam air hanya terionisasi sebagian, Jumlah ion dalam larutan
relativ sedikit. Dari data percobaan uji elektrolit lampu menyala
redup dan menghasilkan sedikit gelembung gas
|
10
20
20
|
Jumlah
|
50
|
b. Tes Lisan
Instrumen tes lisan berbentuk Daftar Pertanyaan. Pada pembelajaran kimia umumnya
jarang dilakukan dengan tes lisan. Jika guru ingin mengembangkannya,
guru dapat melakukannya pada saat ujian praktikum kimia atau pada saat
remedial.
Contoh Instrumen tes lisan
Topik
: Larutan
Elektrolit dan Non Elektrolit
Kompetensi Dasar : 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit
dan larutan non- elektrolit.
Indikator : Melakukan percobaan daya hantar listrik pada berbagai
larutan
Daftar
Pertanyaan:
1. Sebutkan
komponen-komponen pada alat uji elektrolit!
2. Larutan apa saja
yang digunakan pada percobaan?
3. Bagaimana cara
menguji daya hantar listrik larutan dengan alat uji elektrolit ini?
4. Bagaimana kamu dapat
menyimpulkan bahwa larutan dapat mengkhantar listrik atau tidak?
5. ................
|
Untuk pemberian nilai
lisan ini Silahkan Anda diskusikan dan jawab pada LK yang tersedia!
c. Penugasan
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang
dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
Contoh isntrumen tugas untuk suatu topik dalam satu
KD
4.8 Merancang,
melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil nonelektrolit.
![]() |
Untuk penilaian tugas guru dapat membuat
rubriknya disesuaikan dengan tugas yang diberikan pada peserta didik.
3. Penilaian
Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan
melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik
mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian
portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian
(rating scale) yang dilengkapi rubrik. Rubrik adalah daftar kriteria
yang menunjukkan kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan
gradasi mutu, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai yang paling buruk.Rubrik
kunci adalah rubrik sederhana berisi seperangkat kriteria yang menunjukkan
indikator esensial paling penting yang dapat menggambarkan capaian kompetensi
peserta didik.
a. Tes Praktik
Tes praktik adalah penilaian yang
menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku
sesuai dengan tuntutan kompetensi.
Contoh Tes Praktek
Topik
: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
KI : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KD : 4.8 Merancang, melakukan, dan
menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan
elektrolit dan larutan non- elektrolit.
Indikator : Melakukan percobaan daya
hantar listrik pada beberapa larutan.
Lembar
Pengamatan
Topik: ...............................
Kelas: ................................
|
Rubrik
No
|
Keterampilan
yang dinilai
|
Skor
|
Rubrik
|
1
|
Persiapan Percobaan (Menyiapkan alat Bahan)
|
30
|
-
Alat-alat
tertata rapih sesuai dengan urutan pengujian
-
Bahan-bahan
tersedia di gelas kimia dengan ukuran yang sama
-
Alat
uji elektrolit dalam keadaan siap pakai
-
Tersedia
air untuk membilas elektrode dan tisu
|
20
|
Ada 3
aspek yang tersedia
|
||
10
|
Ada 2
aspek tang tersedia
|
||
2
|
Pelaksanaan Percobaan
|
30
|
-
Mencuci
elektroda sebelum menguji larutan
-
Mencelupkan
elektroda dengan kedalaman yang sama
-
Mengamati nyala lampu pada alat uji elektrolit dalam waktu yang
sama
-
Mengamati gelembung gas yang timbul di sekitar
elektroda dalam waktu yang sama
|
20
|
Ada 3
aspek yang tersedia
|
||
10
|
Ada 2
aspek tang tersedia
|
||
3
|
Kegiatan akhir praktikum
|
30
|
-
Membuang
larutan atau sampah ketempatnya
-
Membersihkan
alat dengan baik
-
Membersihkan
meja praktikum
-
Mengembalikan
alat ke tempat semula
|
20
|
Ada 3
aspek yang tersedia
|
||
10
|
Ada 2
aspek tang tersedia
|
b. Tes Proyek
Projek adalah tugas-tugas belajar (learning
tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan
secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Penilaian proyek merupakan
kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam
periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari
perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta
didik pada matapelajaran tertentu secara jelas.
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3
(tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
-
Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih
topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan
laporan.
-
Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran,
dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam
pembelajaran.
-
Keaslian
Projek yang dilakukan peserta didik
harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru
berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan,
proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan
hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan
data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil
penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian
dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala
penilaian.
Contoh format penilaian proyek diantaranya adalah sebagai berikut.
Contoh Format Penilaian Proyek
|
c.
Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian
terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi
penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni,
seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar),
barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam atau alat-alat
teknologi tepat guna yang sederhana. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga)
tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
-
Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan
peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan
mendesain produk.
-
Tahap pembuatan produk (proses), meliputi:
penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat,
dan teknik.
-
Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta
didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk
biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
1) Cara holistik,
yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap
appraisal.
2) Cara analitik,
yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua
kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
Format Penilaian Produk
.
|
Catatan :
*) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5, dengan
ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka
semakin tinggi nilainya.
Setelah proyek
selesai guru dapat melakukan penilaian menggunakan rubrik penilaian proyek. Peserta
didik melakukan presentasi hasil proyek, mengevaluasi hasil proyek, memperbaiki
sehingga ditemukan suatu temuan baru untuk menjawab permasalahan yang
diajukanpada tahap awal.
d. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio
adalah
penilaian
yang dilakukan dengan
cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat
reflektif-integratif untuk mengetahui
minat,
perkembangan, prestasi,
dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut
dapat
berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian
peserta didik terhadap
lingkungannya.
Kriteria tugas pada penilaian portofolio
§
Tugas sesuai dengan
kompetensi dan
tujuan pembelajaran
yang akan diukur.
§ Hasil karya
peserta didik yang dijadikan portofolio
berupa pekerjaan hasil tes, perilaku peserta didik sehari-hari, hasil tugas
terstruktur, dokumentasi aktivitas peserta didik di luar sekolah yang menunjang
kegiatan belajar.
§ Tugas portofolio
memuat aspek judul, tujuan pembelajaran, ruang lingkup belajar, uraian tugas,
kriteria penilaian.
§ Uraian tugas
memuat kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkankompetensi dalam semua
aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan).
§ Uraian tugas
bersifat terbuka, dalam arti mengakomodasi dihasilkannya portofolio yang
beragam isinya.
§ Kalimat yang
digunakan dalam uraian
tugas menggunakan bahasa
yang komunikatif dan mudah dilaksanakan.
§ Alat dan
bahan yang digunakan
dalam penyelesaian tugas
portofoliotersedia di lingkungan peserta didik dan mudah diperoleh.
Kriteria rubrik untuk portofolio
§ Rubrik memuat
indikator kunci dari kompetensi dasar yang akan dinilai penacapaiannya dengan
portofolio.
§ Rubrik memuat
aspek-aspek penilaian yang macamnya relevan dengan isitugas portofolio.
§ Rubrik memuat
kriteria kesempurnaan (tingkat, level) hasil tugas.
§ Rubrik mudah
untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.
§ Rubrik
menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam
penggunaan penilaian portofolio di sekolah silahkan baca
pada Peremndikbud nomor 81 A tahun 2013 dan diskusikan.
Contoh Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X
/ 2
Peminatan : Matematika
dan Ilmu Alam
Tahun Ajaran : 2014/2015
Judul
portofolio : Pelaporan perancangan alat dan Penyusunan
laporan praktikum
Tujuan : Peserta
didik dapat merancang alat dan menyusun laporan
praktikum Kimia sebagai tulisan ilmiah
Ruang lingkup :
Karya portofolio yang dikumpulkan adalah laporan seluruh hasil rancangan alat dan laporan praktikum kimia
semester 2
Uraian tugas portofolio
1.
Buatlah laporan kegiatan merancang alat, laporan praktikum Kimia sebagai tulisan ilmiah
2.
Setiap laporan dikumpulkan selambat-lambatnya seminggu
setelah peserta didik melaksanakan
tugas
|
Kriteria Penilaian Portofolio
1.
Penilaian Perancangan Alat: disesuaikan dengan Teknik
Penilaian Produk
2.
Penilaian Laporan Praktikum adalah
sebagai berikut
Format
Penilaian
No
|
Komponen yang
dinilai
|
Skor
|
||
1
|
2
|
3
|
||
1
|
Persiapan
|
|||
2
|
Pelaksanaan
|
|||
3
|
Hasil Praktikum
|
|||
Skor Portofolio
|
....................................................
|
Rubrik Penilaian Laporan Praktikum:
No
|
Komponen
|
Skor
|
1
|
Persiapan
meliputi ketepatan pemilihan
alat dan bahan
praktikum
|
Skor3
jika
pemilihan alat dan
bahan tepat
Skor2
jika
pemilihan alat atau
bahan tepat
Skor1
jika
pemilihan alat dan
bahan tidak tepat
|
2
|
Pelaksanaan meliputi
langkah kerja dan waktu
pelaksanaan
|
Skor3
jika langkah kerjadan waktu pelaksanaan tepat
Skor2
jika langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat
Skor1
jika langkah kerjadan waktu pelaksanaan tidak tepat
|
3
|
Hasil praktik meliputi
keakuratan
data dan ketepatan simpulan
hasil
|
Skor3
jika data akuratdan simpulan tepat
Skor2
jika data akurat atau simpulan tepat
Skor1
jika data tidak akurat dan simpulan tidak tepat
|
Keterangan:
Skor maksimal
= jumlah komponen
yang dinilai x 3
1.
Nilai portofolio = 

C. Pengolahan Hasil Penilaian
Berdasarkan
Permendikbud no 59 tahun 2014 Penilaian setiap kompetensi hasil pembelajaran mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah, karena
karakternya berbeda. Namun demikian dapat menggunakan instrumen yang sama
seperti tugas, portofolio, dan penilaian otentik lainnya. Hasil pekerjaan
peserta didik harus segera dianalisis untuk menentukan tingkat pencapaian
kompetensi yang diukur oleh instrumen tersebut sehingga diketahui apakah
seorang peserta didik memerlukan atau tidak memerlukan pembelajaran remedial atau
pengayaan. Format berikut digunakan setelah suatu kegiatan penilaian dilakukan.
Contoh:
Format analisis penilaian hasil pekerjaan peserta didik.
No
|
Nama Peserta didik
|
Indikator dalam satu RPP
|
Kesimpulan
tentang pencapaian kemampuan**
|
||||||||
1*
|
2*
|
3*
|
4*
|
5*
|
6*
|
7*
|
dst
|
yang sudah dikuasai
|
yang belum dikuasai
|
||
Ahmad
|
|||||||||||
Bunga
|
|||||||||||
Candra
|
|||||||||||
Dara
|
|||||||||||
Eko
|
* kolom
ditulis dengan indikator yang dinilai (rincian sikap, pengetahuan, dan
keterampilan). Kolom di bawahnya diisi dengan skor yang diperoleh peserta didik
terkait kemampuan tersebut.
** kolom
yang menyatakan kemampuan yang belum dan sudah dikuasai seorang peserta didik
untuk menentukan ada tidaknya perlakuan (remedial/pengayaan)
D. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan Belajar adalah
tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dipersyaratkan. Ketuntasan Belajar terdiri atas ketuntasan penguasaan substansi
dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Ketuntasan penguasaan
substansi yaitu ketuntasan belajar KD yang merupakan tingkat penguasaan peserta
didik atas KD tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya, sedangkan
ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar terdiri atas
ketuntasandalam setiap semester, setiap tahun ajaran, dan tingkat
satuanpendidikan.
Ketuntasan Belajar dalam
satu semester adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dari
sejumlah mata pelajaran yang diikutinya dalam satu semester. Ketuntasan Belajar
dalam setiap tahun ajaran adalah keberhasilan peserta didik pada semester
ganjil dan genap dalam satu taun ajaran. Ketuntasan dalam tingkat satuan
pendidikan adalah keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi seluruh mata
pelajaran dalam suatu satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan peserta
didik dari satuan pendidikan.
Tingkat
ketuntasan sikap (KD pada KI-1 dan KI-2) disusun berdasarkan acuan kriteria
dengan rentang persentase modus sikap peserta didik sebesar 70% sampai 100%.
Nilai ketuntasan dituangkan dalam bentuk angka dan predikat, yakni 1,00 – 4,00
untuk angka yang ekuivalen dengan predikat Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), dan
Sangat Baik (SB) sebagaimana tertera pada tabel berikut.
Modus Sikap
|
Nilai Ketuntasan Sikap
|
|
Angka
|
Predikat
|
|
≥ 90%
|
4,00
|
Sangat Baik (SB)
|
≥ 80%
|
3,00
|
Baik (B)
|
≥ 70%
|
2,00
|
Cukup (C)
|
< 70%
|
1,00
|
Kurang (K)
|
Ketuntasan
Belajar untuk sikap (KD pada KI-1 dan KI-2) ditetapkan dengan modus 3,00 atau
predikat Baik (B). Tingkat ketuntasan pengetahuan dan keterampilan (KD pada
KI-3 dan KI-4) disusun berdasarkan acuan kriteria dengan rentang persentase
tingkat penguasaan peserta didik sebesar 70% sampai 100%. Nilai ketuntasan
dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 1,0 – 4,0 untuk angka yang
ekuivalen dengan huruf D sampai dengan A sebagaimana tertera pada tabel
berikut.
Tingkat Ketuntasan
|
NilaiKetuntasan
Pengetahuan dan Keterampilan
|
|
Angka
|
Huruf
|
|
≥90%
|
4,00
|
A
|
≥ 80%
|
3,00
|
B
|
≥ 70%
|
2,00
|
C
|
<70%
|
1,00
|
D
|
Ketuntasan Belajar untuk pengetahuan dan keterampilan ditetapkan
dengan skor minimal 2,0 atau huruf C .
E. Pelaporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik
1. Skor dan Nilai
Penilaian
kompetensi hasil belajar mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang dilakukan dapat secara terpisah tetapi dapat juga melalui
suatu kegiatan atau peristiwa penilaian dengan instrumen penilaian yang sama.
Untuk
masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan penyekoran
dan pemberian predikat yang berbeda sebagaimana tercantum dalam tabel berikut
Tabel Konversi Skor dan Predikat Hasil Belajar Untuk
Setiap Ranah
Sikap
|
Pengetahuan
|
Keterampilan
|
|||
Skor Modus
|
Predikat
|
Skor Rerata
|
Predikat
|
Skor Optimum
|
Predikat
|
4,00
|
SB
(Sangat Baik)
|
4,00
|
A
|
4,00
|
A
|
3,66 – 3,99
|
A-
|
3,66 – 3,99
|
A-
|
||
3,00
|
B
(Baik)
|
3,33 – 3,65
|
B+
|
3,33 – 3,65
|
B+
|
3,00 – 3,32
|
B
|
3,00 – 3,32
|
B
|
||
2,66 – 2,99
|
B-
|
2,66 – 2,99
|
B-
|
||
2,00
|
C
(Cukup)
|
2,33 – 2,65
|
C+
|
2,33 – 2,65
|
C+
|
2,00 – 2,32
|
C
|
2,00 – 2,32
|
C
|
||
1,66 – 1,99
|
C-
|
1,66 – 1,99
|
C-
|
||
1,00
|
K
(Kurang)
|
1,33 – 1,65
|
D+
|
1,33 – 1,65
|
D+
|
1,00 – 1,32
|
D
|
1,00 – 1,32
|
D
|
Nilai akhir yang
diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai yang terbanyak
muncul). Nilai akhir untuk ranah pengetahuan diambil dari nilai rerata. Nilai
akhir untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal (nilai tertinggi yang
dicapai).
F. Bentuk Laporan
Laporan hasil pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dalam bentuk
sebagai berikut.
1. Pelaporan oleh Pendidik
Laporan
hasil penilaian oleh pendidik dapat berbentuk laporan hasil ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester.
2. Pelaporan oleh Satuan Pendidikan
Rapor yang
disampaikan oleh pendidik kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang
terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali).
Buku rapormemuat laporan tentang:
a. hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada
orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;
b. pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas
pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait;
c. hasil ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan
dinas pendidikan.
Nilai untuk Rapor
Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor berupa:
1. Untuk ranah sikap menggunakan skor modus 1,00 – 4,00 dengan predikat
Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), dan Sangat Baik (SB);
2. Untuk ranah pengetahuan menggunakan skor rerata 1,00 – 4,00 dengan
predikat D – A.
3. Untuk ranah keterampilan menggunakan skor optimum 1,00 – 4,00 dengan
predikat D – A.
Refernsi:
Permendikbud no 66 Tahun 2013 tentang Standar
Penilaian
Permendikbud no 59 Tahun 2013 tentang Kurikulum SMA
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (2014) Model
Penilaian Proses Dan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
Direktorat Pembinaan SMA